Powered By Blogger

Jumat, 11 Juli 2014

Alquran Ladang Amal Kita

Allah menurunkan Alquran sebagai pedoman hidup umat muslim di dunia. Alquran merupakan mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan, yang kemudian kita kenal sebagai Nuzulul Quran. Allah menciptakan Alquran sebagai obat untuk manusia, baik di kala senang maupun susah. Hadirnya Alquran membawa perubahan hidup umat manusia karena dari situlah Allah menurunkan firman-firman-Nya yang berupa seruan kepada umat manusia agar senantiasa melaksanakan ibadah sebagaimana fitrah penciptaan manusia. Namun, hal ini belum dimaknai oleh manusia secara utuh. Pengaruh gaya hidup modern telah merubah pola hidup manusia yang lebih mementingkan sisi duniawi saja. Tak sedikit manusia tergoda oleh rayuan dunia yang semu. Hakikatnya kita ini hanyalah mampir minum saja di bumi karena kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Kemajuan teknologi sebagai pertanda kehidupan modern semakin memudahkan struktru kehidupan manusia. Namun, kemudahan ini tidak diimbangi dengan intensitas ibadah yang tinggi kepada sang Kholiq. Justru teknologilah yang dianggap (Tuhan) oleh sebagian manusia yang memunyai paham sekuler. Ironisnya, Indonesia sebagai negara yang mayoritas beragama Islam mulai terkena imbasnya. Kita patut bersyukur, di tengah-tengah hiruk pikuk hedonisme, chauvinisme, serta gaya hidup yang berlebihan seperti sekarang ini Allah menurunkan rahmat-Nya melalaui sosial media. Sosial media yang dianggap sebagai penanda revolusi dunia abad modern dapat dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah ke-Islam-an. Salah satunya adanya komunitas ODOJ sampai ada juga fitur baca Alquran di kanal-kanal dakwah online. Melalui berbagai komunitas pecinta Alquran maupun fitur Alquran di media sosial, umat Islam diajak untuk mendekatkan diri kepada sang Kholiq melalui bacaan Alquran. Mengapa lewat Alquran? Salah satu pertanda datangnya kiamat yakni jikalau umat Islam jauh dari Alquran, tidak ada lagi umat Islam yang membacanya, Alquran dijadikan hiasan belaka. Apabila hal itu terjadi, maka berakhirlah Islam karena salah satu ruh Islam adalah Alquran. Bagaimana Islam bisa berkembang jikalau Alquran dikesampingkan. Dalam sehari kita mempunyai waktu 24 jam. Jika kita ambil sejam saja untuk melafalkan Alquran kita tidak akan rugi karena kita masih punya 23 jam. Lalu, apa kendalanya? Pekerjaan yang menumpuk bukanlah alasan. Manajemen waktu dirilah yang harus pandai mengendalikan waktu itu sendiri. Kalaulah waktu sejam itu kita ambil untuk membaca Alquran, apakah akan membuat kita miskin? Justru dengan meluangkan waktu untuk membaca Alquran pintu rezeki akan Allah bukakan lebar-lebar dan kita akan dijadikan orang yang paling beruntung. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al Fathir:29-20: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."(QS. Al Fathir: 29-30) Hal tersebut juga diperkuat oleh hadist yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW:Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?" Kami (para sahabat) menjawab: "iya". Rasulullah SAW bersabda: “salah satu dari kalian membaca ayat di dalam salat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar."(HR. Muslim) Sungguh Alquran merupakan anugerah yang luar biasa dari sang Maha Pencipta. Sangat disayangkan jikalau kita melepaskan kesempatan emas untuk menambah amalan kita dengan membaca Alquran. Semoga kita termasuk orang-orang yang memuliakan Alquran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar